Thursday, March 4, 2010
ENGKAU
kira-kira kalimat ini yang sedang aku pikirkan dalam otakku.
hari ini untuk pertama kalinya saya bersama kekasih saya menghabiskan waktu berdua
setelah sekitar seminggu menjalin hubungan :)
sejujurnya saya sendiri tidak tahu sampai kapan saya bisa bertahan dengan hubungan yang seperti ini, keadaan yang seperti ini sangat membuat saya sering mengkhawatirkan DIA.
bukan karena tidak percaya, hanya saja saya TAKUT. ketakutan ini karena saya mencintai DIA...
katanya, saya yang pertama baginya.
ternyata menjadi yang pertama begitu sulit, saya begitu sulit untuk mengenal DIA yang masih saja kadang bersikap dingin dan cuek. bahkan saya sering bertanya kepada diri saya sendiri, apakah saya pernah di pikirkan olehnya?
Engkau, aku sayang sampai ke dalam tulang
mungkin saya harus lebih ekstra sabar lagi menghadapi DIA, saya ingin DIA seperti saya yang mencintai DIA dengan ketulusan. saya ingin DIA setia dan percaya, terlebih ketika nantinya saya sudah kembali untuk melanjutkan kuliah di Bandung.
saya ingin menjadi tulang rusuknya...
Wednesday, January 13, 2010
Hadiah untukmu
dan hidupku terbenam dalam perasaan itu
aku memikirkannya kala malam, dan aku membencinya
Aku tidak tahu bagaimana mengungkapkannya
aku memang tak punya bakat menjadi penyair
Hanya saja rasanya, aku ingin membunuhmu
dan aku ingin kamu tahu,
bahwa aku ingin sekali membunuhmu
yang sudah merusak perasaanku yang membuatku tak menentu
Suatu hari nanti, aku akan membunuhmu
tunggu saja nanti
Monday, July 20, 2009
Tell Me If This Be Love
And raindrops your kiss,
I’d drown in your showers
Of liquid-sliver bliss.
If you were the flowers
And dewdrops your tears,
I’d make a bed of petals
To wash away my fears.
If you were the violin
And the notes your voice
I’d listen to your singing
To my heart’s rejoice.
Thursday, July 16, 2009
Starlight Memories: Shadow Star, Forever Stay
Without the Darkness there is no night.
Without the Darkness there is no fear.
Without the Darkness I wouldn't need you here.
So I'll pray for the Darkness every night,
And wait for It during the day.
For without your love It would consume me all,
But It can't with your love standing in the way.
So stand beside me always,
Don't leave me in the dark.
If so, it would claim me easily,
For I already bear it's mark.
It used to make my life its home,
But you drove it away once more.
Now its waiting for another chance,
To take over and even the score.
I won't give it that chance again,
But I need your help to keep it at bay.
So shine bright my Star, with all your love,
And together we can keep it away.
You're my light, always shine.
You're my sun, always rise.
You're my heart, always beat.
You're my victory, and Its defeat.
The Darkness within shan't return,
It will stay deep down, caged by you.
Never again to rear Its ugly head,
Because you, my light of day, always shines through.
So I shall pray that you will stay in my Sky,
Forever and always, shining bright.
My Shadow Star, my love, my life,
The Day in my soul, chasing away the Night.
a mother is ...
Who makes everything right
To comfort their child
When they're afraid of the night
A mother is the rock
A child really needs
To help them stay strong
And do good deeds
A mother is a shoulder
Their children go to lean on
To cry and complain
Till their troubles are all gone
A mother is a friend
You can tell your secrets to
Cause no matter what you did
They will always love you
A mother is the love
That no one else can give
It takes a special place in your heart
For as long as you shall live
I once heard a saying
That in the eyes of a child
A mother is God
Some might think that's wild
But you see, for me
I actually think it's true
I guess what I'm trying to say is
Well Mom, I Love You
Wednesday, July 15, 2009
You Cut Me Open
And let me bleed
But to me a favor
And stay away from me
You cut me open
You let me bleed
But you don't even realize
How much it hurts me
I wish you would
Because maybe,
Just maybe,
You will see
That what your doing to me...
Cuts me open
And makes me bleed
But i have no problem
Because i like the way the pain you cause me
Makes me feel...
Tuesday, July 14, 2009
Tak Tersentuh
Pagi tadi aku membuat segelas kopi instan saja seperti kesukaanmu. Betapa aneh terasa, tanpa suara guyuran air dan senandung dari kamar mandi.
Aku lalu mencoba menonton pesawat televisi seharian seorang diri,
memain-mainkan remote control seperti seorang tolol
lalu merasa sewot sendiri. Tetapi aku tetap tak mampu berhenti
memikirkanmu.
Siapakah kamu, orang asing yang berbaring
di sampingku 3 malam. Siapakah kamu?
Seperti sepasang ular jalang di liang sempit
kita telah saling melilit dan menggigit.
Telah kuhirup aroma khas kulitmu
dan bau harum rambutmu yang menyembur saat kau benahi,
telah membawaku ke tengah padang rumput di lembah
pada suatu pagi hari yang basah seusai reda
hujan musim semi yang pertama.
Setiap senti tubuhmu yang menerbitkan beribu mimpi
telah kutelusuri dengan jemari gemetar, dengan dada berdebar keras,
dan peluh yang menderas,
tetapi kau hanya tertawa serta mengangkat bahu
Ah, seperti kali kecil, kau selalu menolak bercermin.
Seperti warna-warni mentari dalam lukisan impresionis,
kau beralih berganti tanpa letih.
Dan kemarin malam ketika aku menangis
dengan ringan kau berkata tak acuh : “Ini pasti cuma emosi sesaat”
Aduh ! Akupun tahu itu,
hubungan kita tak punya masa depan. Harapan hanya impian.
Kini senja menyusut di jendela dan malam merambat perlahan.
Kurasakan betul
dingin menyelusup masuk lewat celah bawah pintu
mengendap dan menebal di lantai batu.
Untuk apa menyalakan lampu. Alangkah mengerikan
bila dalam terang aku hanya memergoki diri sendiri yang sepi.
Dalam temaram dan kelam aku merasa lebih tenteram dan aman. Seolah-olah
kau masih hadir di sini, diam di dekatku.
Menatap lekat dan lama tanpa berkata,
menemani.
Di dalam hatiku ada dirimu
Yang tak kan mengerti
Betapa dalam rasa cintaku 'tuk dirimu
reff:
Adakah celah dihatimu
Untuk cintaku yang begitu besar
Meski kau tak menginginkan adanya diriku
Ku tak kan pernah bisa
Memilikimu luluhkan hatimu
Meski telah kuserahkan
Seluruh jiwa ragaku
Di dalam hatiku ada dirimu
Yang tak kan mengerti
Jika memang kau tak tersentuh
'kan ku berikan sisa hidupmu
Untuk mencintaimu
Walau hati saja
Seperti seekor ikan menggelepar-gelepar
di atas pecahan-pecahan es, sukmaku yang telah menerima
kutukan itu akan menggeletar tak sabar menanti tiba
kabar berita darimu. Meski hanya selembar kartu pos,
mungkin dari suatu tempat yang jauh
di mana salju selalu jatuh dan matahari begitu pemalu
dan melulu berteduh.
Aku tidak berani memintamu untuk setia
–itu terlalu mustahil dan menggelikan bagimu, tentu–
hanya saja,
tolong, jangan lupakan saya…